Friday, June 26, 2009

Doa Tengah Malam

Ya Allah, terimakasih atas rahmatmu, rejekimu, nikmatmu, karuniamu, kesehatanmu, keselamatanmu, kebahagiaanmu yang sudah engkau berikan pada suamiku hari ini.

Ya Allah, mudah-mudahan suami ku selalu engkau beri sehat agar ia bisa bekerja tanpa rasa sakit demi aku. Beri ia kekuatan dan ketabahan, agar ia mencapai apa yang diinginkan demi hidup yang lebih baik untuk ku. Beri ia sayang dan kasih yang terus menerus agar teduh aku bersamanya. Beri ia rejeki yang berkecukupan, agar puas jiwanya membahagiakan ku.

Jauhkan suami ku dari segala godaan setan dan marabahaya. Jauhkan dia dari niat dan unsur-unsur jahat. Jauhkan dari sesat dunia.

Ya Allah, jika aku memohon, adalah karena aku sayang padanya. Aku ingin selalu melihat dia sehat dan bahagia.

Syukur atas apa yang aku terima adalah doa ku yang tulus untuk suamiku ya allah. Kabulkanlah doa ku ya allah. Amien

Thursday, April 12, 2007

Nonton di Blitz?

Nonton di Blitz?
Selamat datang di Blitz Megaplex Grand Indonesia…

Gara-gara baca iklannya di harian ibu kota, selama 2 minggu aku merengek-rengek pada pacarku minta diajak nonton ke Blitz Grand Indonesia (GI). Maklum lah… sebagai penikmat film, dan sekaligus penikmat suasana, aku tentu pengen juga mencicipi Blitz. Apalagi dijanjikan akan mendapatkan beragam selera untuk semua jenis film. Dari film Eropa sampe film Korea tersedia semua.

Akhir minggu pertama, aku dan dia berangkat ke GI. Dasarnya pacarku gak mood, masuk bunderan HI, dia tunjukkan kalo gak ada itu yang namanya Blitz. Wong bangunan GI aja gak ada. Yang ada cuma bedeng-bedeng bertuliskan Grand Indonesia. Emang gak ada sih wujud bangunan. Wahhh… ketepu nihhh… tengsin juga aku. Apalagi dia berkata. “…Mungkin bukan tahun ini, siapa tahu dibukanya tahun 2008…Salah baca kaliiiii… ” Aku yang merasa yakin, tetep pasang muka pede. “Bener kok… aku baca sendiri. Nanti aku bawain deh korannya…”. Walhasil, kami akhirnya jalan-jalan ke mall ambasador makan bakso dan beli dvd bajakan sembari disindir-sindir dia. Hihihi…

Hilang sudah hasrat untuk ke Blitz. Eh…, gak dinyana beberapa hari kemudian di suatu sore sembari nunggu pacar pulang kantor, aku buka-buka koran dan melihat daftar film yang sedang tayang di sejumlah bioskop. Hah?? Kok ada film yang ditayangkan di Blitz GI? Jadi dimana itu sebetulnya Blitz GI? Lha jelas-jelas aku lewat bunderan HI dan ada di depan GI kok? Apa aku salah lihat? Gak mungkin kannnnnn…. Rada bete juga nih… Tapi aku agak seneng pastinya. Kan akhirnya aku bisa tunjukkan ke pacarku kalo aku tuh bener. Hehehe… Dan hal ini bikin aku gak sabar nunggu pacarku datang. Begitu dia datang, dengan antusias aku tunjukkan koran tersebut. “Nihhh… baca… bener kan… ternyata Blitz itu udah ada”. Nah Lohh… giliran pacarku yang sekarang cengar – cengir.

The next few days, betapa gembiranya aku saat aku baca koran di kantor, ada peta Blitz! Mungkin karena Blitz banyak di complain kali ya. Banyak yang gak bisa nemuin lokasinya. Ternyata lokasinya bukan deket bundaran HI. Tapi dari arah The Ascott, Kebon Kacang. Busyeeettttt… Pantes aja! Mau muter-muter berapa kali di daerah bunderan HI juga gak akan ketemu-ketemu. Begitu pikirku.

Maka, hari sabtu, berangkatlah aku dan pacarku ke Blitz. Tentunya setelah sebelumnya sempet juga agak-agak bersitegang, gara-gara dia gak mau ke Blitz, padahal aku sudah gunting tuh peta dan aku tunjukkan ke dia. Dia bilang “Kenapa sih pengen banget ke Blitz. Nonton kan bisa dimana aja….” Ya iyalah nonton sih bisa dimana aja. Tapi kan daku penasaran say… pengen banget tahu BLITZ THE MEGAPLEX. Tempat di mana pengalaman menonton bioskop dibawa lebih jauh lagi dari sekadar duduk dan menonton film. Cieee…..Begitu bunyi promosinya.

Akhirnya demi aku, dia rela aku ajak ke Blitz. Ternyata emang susah deh ke sana itu. Gak kebayang, kalo gak ada peta dan bayangan letak gedungnya. Wong gedungnya masih dalam proses pembangunan kok. Gimana gak bikin keder. Juga jalan menuju kesana. Disana-sini banyak bahan bangunan, gundukan pasir, adukan semen, alat-pertukangan, dst. Dari bundaran HI masuk jalan kebon Kacang. Teruuuuuuuussss masuk. Sempet keder. Nah baru deh, ketemu signboard penunjuk arah masuk Blitz. Duh… Konyolnya lagi ternyata Blitz ada di Lantai 8 gedung yang gak jelas depan ato belakangnya! Dari lobby naik lift yang masih bau bangunan baru, debu dan bahan-bahan pertukangan lain.

Sampailah aku ke lantai 8 dimana Blitz berada. wahhh… penampakan pertama oke lah. Dinding –dinding putih yang menjadi layar yang menampilkan kilasan-kilasan film dan kursi-kursi sofa yang tersebar disana-sini. Sedikit celingak celinguk karena tempat baru, akhirnya sampai juga aku di depan meja pembelian tiket. Hmmm… daftar film terpampang melalui monitor plasma. Menampilkan lebih dari 10 film. Padahal auditorium hanya 11? Bagaimana mungkin pikirku. Ternyata film tersebut diputar bergantian sesuai jam tayang. Tidak seperti bioskop biasa yang sudah dipatok dari awal. Lumayan. Ada variasi.

Aku memilih film nagabonar jadi 2. Selain itu film baru, aku pengen pacarku menikmati film tersebut. Karena dia doyan film-film lucu. Pernah dia berkata “Ngapain nonton film-film yang serius. Kita hidup udah capek lagi serius. Masak nyari hiburan juga yang serius.” Nahhh, kalo tentang yang satu ini, aku dan dia emang beda selera.

Karena jam tayangnya masih lama, dan dia pengen ngerokok, -Duhhh… kapan ya dia berenti merokok?- kami masuk smoking lounge. Enak sih tempatnya, luas, pake sofa sehingga nyaman duduk, dan mudah ditemukan pula. Secangkir kopi dan sebatang rokok. Hmmmm… tak ada yang paling nikmat dari 2 hal itu.

Lama-lama pusing juga aku berada di lounge itu. Akhirnya aku jalan – jalan sendiri deh keluar. Kutinggal pacar ku disitu. Iseng-iseng nyari WC nya. Begitu masuk, suasana hitam dan redup yang pertama kali menyergap ku. Loh… kok WC nya gelap begini sih? Kayak masuk diskotik aja pikirku. Apalagi banyak kaca-kaca sehingga ruangan seperti menyesatkan. Rada keder juga. Tapi aku segera tahu kalo itu efek kaca, dan tahu dimana letak toiletnya. Wihhhh… Lumayan lah, ada efek kejut yang ditawarkan oleh WC nya Blitz. Setelah puas memenuhi panggilan alam, aku jalan – jalan sepanjang koridor film. Yah… daripada nungguin pacar ngebul terus. Ya gak?

Di depan masing-masing studio (atau mereka bilang auditorium) aku sempet dibingungkan mengenai nomor studio. Kok dilangit-langit ya nomornya? Kebalik pula? Aneh. Hihihi kayak orang celeno (bahasa sunda). Eh, ternyata setelah aku perhatikan rupanya nomor itu memantul di lantai. Pantessss….. Tapi aku jadi mikir. Kalo pas penuh, terus pantulan dilantai itu terhalang badan-badan manusia yang mau masuk studio, gimana ya?

Jam tayang sudah dekat, aku lantas beli popcorn dan minuman dingin. Bersipa-siap di depan audi. Tetapi agak disayangkan. Molor 10 menit. Masuk ke dalam ruangan, hmm… luasnya sih sepertinya sama seperti bioskop-bioskop yang lain. Apa ya yang membedakannya?

Ini dia, barangkali kursi penontonnya. Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya lebih leluasa dan kursinya pun lebih tinggi. Sehingga kepala depan tidak akan menghalangi pandangan orang di belakangnya. Mungkin ya, karena sayang sekali aku tidak duduk di deretan kursi tersebut. Aku duduk di jalur masuk orang- orang sehingga agak menyebalkan juga kalo melihat orang yang telat datang. Kenapa ya, orang kok suka telat? Karena pasti menghalangi pandanganku ke layar. Dannnn…. Pas kalo lagi seru-serunya merhatiin adegan, eh, orang lewat mau ke wc. Bah!

Selama di dalam audi, aku mencoba merekam semua suara yang keluar dari audio system nya. Kualitas suaranya bagus. Jernih. Dan terasa sekali setiap jenis suara yang keluar dari situ. Multi stereo. Nah, kayak gini kan enak untuk memanjakan telinga. Kualitas gambar juga cukup bagus dan tidak terlihat ada cutting yang suka bikin emosi terputus. Mudah-mudahan sih ini berlangsung terus ya. Jangan sampai nanti semakin lama ada penurunan kualitas. Cuape deeehhhh… Seperti game tycoon cinema. Yang dalam jangka waktu tertentu aja semua layar, audio system mengalami pembaruan. Gak jadi jadul.

Film naga bonar benar-benar film yang bagus, menurut ku. Kenapa? Karena tidak norak, tidak kacangan, dan tidak sok-sok an kayak film2 indonesia lain yang pengen mengangkat sejarah “merah” tapi konyol.

Kembali ke Blitz… Menurut aku, Blitz memang tempat yang menyenangkan. Tapi… kalo dilihat dari harga? Mungkin hanya moment tertentu aja deh aku nonton di Blitz. Soale, dengan harga 1 tiket masuk ke sana, aku bisa nonton 2 film sekaligus di TIM. Hihihi…

Anyway, aku puas nonton di sana. Pacarku juga. Setidaknya aku tidak lihat dia bete. Malah lihat dia senyum-senyum dan ketawa selama nonton naga bonar.

Bolehlah sekali waktu aku ramai-ramai datang ke sana bersama kawan-kawan ku. Hang out dan nonton. Have fun. Gak masalah. Kan sesuai promosi Blitz, datanglah 3 jam lebih awal dan isi waktu menunggu anda dengan bersantai di sofa-sofa nyaman ditemani kopi dan snack special….

Simak iklan berikut ini:

Selamat datang di BlitzMegaplex Grand Indonesia.
Perlu waktu sejenak untuk mencerna di mana kita berada saat tujuan utama Anda adalah menonton film bioskop dan akhir dari tujuan Anda adalah BlitzMegaplex Grand Indonesia. Langit-langit yang tinggi, dikelilingi dinding luas berwarna putih dan tempat duduk empuk yang nyaman dan stylish, pilihan aktivitas anti-bosan yang beragam seperti Game Room, ngobrol ngalor ngidul di Function Room sama teman-teman se-gang, download musik dan lagu di Digital Beat Store, ngemil permen, dan hangout di Blitz Cafe, merokok di Smoking Room paling gaya se-Jakarta, nonton live music dan belanja merchandise film... Film? Yap. Tayangan trailer film dan pengumuman jam tayang film pada layar-layar plasma lah yang menyadarkan kita bahwa ya, ini adalah bioskop, ini adalah sebuah megaplex. Tempat di mana pengalaman menonton bioskop dibawa lebih jauh lagi dari sekadar duduk dan menonton film.

Maksimalkan panca indra Anda. Menonton film adalah sebuah terapi yang menyenangkan dan menghibur. Hibur telinga Anda dengan lagu-lagu yang bisa Anda download sendiri di Digital Beat Store. Penciuman Anda benar, wangi kopi, harum menu-menu pilihan dan pop corn butter dan caramel memang ditujukan untuk Anda nikmati di Cafe atau Lounge pada saat Anda menunggu dan pada saat Anda menonton. Jajal kelihaian Anda berstrategi di Game Room, dan bersantailah di Lounge kami, jika menonton bukan tujuan Anda ke BlitzMegaplex. Tapi ingat, semua aktivitas akan terasa lebih nikmat jika dikerjakan beramai-ramai dengan teman, keluarga, atau pacar-pacar.

Lumayan nih, Blitz dapat promosi gratis dari aku. ;p
Bagi yang baca blog ini, kalau penasaran, silahkan datang. Tetapi bagi yang memiliki konsep nikmati hidup dengan biaya murah, lebih baik nonton di TIM kek, di mana kek, atau… beli DVD bajakan. (Sorry, aku bukan penganjur pembajakan lho…)